October 25, 2014

Reaksi-reaksi Oksigen

Why oksigen bereaksi? Because dia punya elektron valensi yang hanya berjumlah 6, yang artinya untuk menjadi stabil laiknya logam mulia, oksigen mesti berikatan dengan unsur-unsur lain membentuk konfigurasi logam mulia, dan harus sesuai aturan oktet atau aturan duplet. Selain itu ternyata si Oksigen ini mempunayi nilai keelektronegatifan sangat tinggi (ya iyalah wong dia dari golongan 6A, hanya setingkat di bawah Fluorin yang sangat reaktif) yakni 3,5 menunjukkan kecenderungan yang besar dari oksigen untuk membentuk senyawa dengan ikatan ion maupun kovalen polar. Umumnya reaksi dengan oksigen unsur membentuk produk oksida, dengan keadaan oksida adlah -2, si oksida ini termasuk senyawa-senyawa oksigen yang bisa ditemukan di alam. Berikut diberikan reaksi-reaksi oksigen:

Senyawa-senyawa Oksigen

Senyawaan oksigen atau senyawa-senyawa oksigen banyak di temukan di alam. Oksigen mempunyai elektron valensi sebanyak 6 elektron yang membuatnya perlu berikatan membentuk senyawa dengan unsur-unsur lain agar konfigurasi elektronnya stabil mengikuti aturan oktet.  Senyawaan oksigen paling populer adalah air, si H2O yang membentuk ikatan kovalen sekaligus ikatan hidrogen dan kita tidak bisa berlepas darinya (si air) barang seharipun.  Jika masih bingung dengan sifat-sifat Oksigen baca juga Sifat Fisika dan Kimia Oksigen. 

Sifat Fisika dan Kimia Oksigen

Oksigen adalah unsure yang sangat umum diantara unsure-unsur golongan VI yang beranggotaan O, S, Se, Te, dan Po. Oksigen mempunyai konfigurasi s2p4 dalam tingkat energy yang tertinggi. Oksigen dapat membuat ikatan unsure dan ikatan kovalen dengan unsure-unsur lain. Tentang sifat fisika dan sifat kimia oksigen akan di jelaskan dibawah ini. 

Sifat fisika

Oksigen mempunyai beberapa sifat fisika,diantaranya adalah yang terdapat dalam table berikut.

December 24, 2011

Perkembangan Sistem Periodik unsur


pengenalan sistem periodik unsur

Sejarah
1.Pengelompokan unsur-unsur pertama kali didasarkan pada sifat logam dan non logam,.
2. J.W. Dobereiner (1826) mengelompokkan unsur berdasarkan sifat khas atom dan massa atomnya.  Teorinya dikenal sebagai teori triade dobereiner.
3.john newlands(1864) mengusung hukum oktaf newlands
4.Dmitri mendeleev (1869) dengan hukum medeleev nya menyatakan bahwan ketika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, sifat-sifatnya akan terulang secara periodik.
5.Sistem periodik modern akhirnya disusun oleh Henry Moseley(1913) berdasarkan kenaikan nomor atom dan bobot atomnya.
Setelah ditemukannya model sistem periodik modern oleh Moseley pada 1913, para ilmuwan masih tetap mempertimbangkan adanya suatu tata cara baru dalam menyajikan susunan periodik unsur.  beberapa sistem periodik yang berhasil dibuat ilmuwan setelah penemuan sistem periodik modern serta penyempurnaan bentuknya antara lain sistem periodik unsur meyer dan sistem periodik janet. bisa di download dari link berikut. langsung ambil ya ntar...
jangan lupa sertakan alamat blog ini jika mengutip isi..

September 20, 2011

Sifat Khas Litium dan Berilium yang Membedakannya dari Unsur-unsur Segolongannya

Sifat khas litium
Terdapat perbedaan signifikan antara litium dengan sifat unsur segolongan bahkan litium mempunyai sifat-sifat yang mirip logam alkali tanah, ini bisa dilihat dari 
  • Kekerasan litium terbesar dalam golongan alkali, mirip dengan kekerasan logam alkali tanah
  • Litium membentuk oksida normal Li2O bukan dioksida (2-) ataupun dioksida (1-) 
  •  Litium adalah satu-satunyalogam alkali yang membentuk senywa nitrida seperti logam alkali tanah 
  • Satu-satunya logam alkali yang membentuk senyawa dikarbida (2-) Li2C2 (Litium Asetilida) seperti juga logam alkali tanah membentuk dikarbida 
  •  Garam-garam litium dengan karbonat, fosfat, dan fluorida mempunyai kelarutan sangat rendah dengan air sedangkan logam-logam alkali  dengan karbonat, fosfat, dan fluorida tidak larut dalam air. 
  • Litium membentuk berbagai senyawa organometalit
Farixsantips