October 2, 2014

Jenis-jenis Sinar Radioaktif

Ernest Rutherford dapat membuktikan terdapatnya dua jenis radiasi. Jenis pertama Rutherford menamakan sinar alpha, jenis kedua mempunyai daya ionisasi rendah tetapi daya rembusnya besar oleh Rutherford dinamakan sinar beta (β). Sedangkan sinar gamma ditemukan oleh Villard.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Rutherford dan Villard ternyata unsur-unsur radioaktif dapat memancarkan 3 jenis sinar radioaktif yaitu :

a.       Sinar Alpha 
Sinar alpha terdiri dari inti Helium  yang mengandung 2 proton dan 2 neutron. Ditemukan oleh Ernest Rutherford (1871-1937) pada tahun 1903, bermuatan positif, sehingga dapat membelok ke arah kutub negatif dalam medan listrik, mempunyai daya pengion tinggi, tetapi daya tembus terhadap suatu materi rendah  (daya tembus kecil). Sinar a hanya mempunyai daya jangkau 2,8-8,5 cm dalam udara dan dapat ditahan oleh selembar kertas   biasa.
Di lambangkan dengan,
b.      Sinar Beta
Sinar beta terdiri dari elektron-elektron yang bergerak cepat, ditemukan oleh Ernest Rutherford (1871-1937) pada tahun 1903, sinar beta bermuatan negatif, karena itu dalam medan listrik membelok ke kutub yang positif dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Sinar beta mempuyai daya tembus lebih besar dari pada sinar alpha, karena dapat menembus lempeng Timbal atau lempeng Aluminium yang cukup tebal, serta dapat mengionkan benda-benda yang dilalui. Dilambangkan dengan;

c.       Sinar Gamma


Sinar gamma merupakan gelombang elektromagnetik, salah satu jenis dengan sinar X tetapi mempunyai panjang gelombang sangat pendek, berkisar antara 1-10-3A. sinar gamma ditemukan oleh Paul Ulrich Villard. Beberapa sifatnya antara lain, tidak bermuatan listrik, karena  itu tidak dapat dibelokkan oleh medan magnet/listrik, daya tembus sangat besar hanya dapat ditahan oleh selapis baja atau beton dan dapat mengionkan materi yang dilalui, tetapi tidak sekuat sinar Alpha atau Beta. Dilambangkan dengan,
Farixsantips